Wednesday, August 18, 2010
Lawak²
Isteri: Saya telah baca sebuah buku. Sad endinglah bang..
Suami : Buku apa?
Isteri: Buku akaun bank abang le..
___________________________________________________________________________
Seorang posmen yang datang menghantar surat ..
Posmen: "Assalamualaikum"
En. Sameon: "Walaikumsalam"
Posmen: "Ni rumah encik Sameon ye?
En. Sameon: "Ya saya"
Posmen: "Poning kepala saya mencari alamat rumah encik ni"
En. Sameon: "Buat susah aje encik nie! Apasal tak pos aje?!!"
Posmen: "Betul jugak yer!???"
___________________________________________________________________________
Sebaik sahaja mengambil tempat duduk di ruang menunggu sebuah klinik, Shan terpandang Amin sedang menangis teresak-esak. Dia segera mendekati Amin.
Shan : Kenapa menangis?
Amin : Saya datang untuk ujian darah.
Shan : Awak takut ye!!
Amin : Bukan itu sebabnya.. Semasa ujian darah dijalankan, mereka telah terpotong jari saya.
Mendengarkan penjelasan Amin, Shan pula menangis.
Amin : Eh, kenapa pula encik menangis?
Shan : Saya datang untuk ujian air kencing....
____________________________________________________________________________
Seorang atok membawa cucunya ke pejabat pos untuk menghantar surat. Cucunya bertanya bila melihat atoknya memasukkan surat ke dalam peti surat yg berwarna merah tu.
"Atok buat apa tu?".
"Atok bagi surat kat kawan atok,cu!" jawab atoknya.
Cucunya bertanya lagi, "Apa bangang sangat kawan atok duduk dalam tong merah tu?"
Kisah Kepemimpinan 16 Ikon Dunia
Pemimpin adalah seseorang yang dapat mengubah kelemahan menjadi kekuatan, rintangan menjadl batu pyakan, dan petaka menjadi kemenangan. ” (EC McKenzie, 1980). Demikianlah, untuk menjadi seorang pemimpin, kepandaian memang bukanlah segala-galanya. Kenyataan seperti ini dapat disimak dari kisah kepemimpinan Che Guevara, Yasser Arafat, Ayatollah Khomeini, Mao Tse-Tung, bahkan Adolf Hitler.
Betapa pun sebagian adalah pemimpin yang kontroversial, harus diakui, mereka itulah yang telah memberikan bentuk, warna dan wajah dunia. Kekuatan mereka bisa dikatakan tidak berasal dari bangku sekolah. Kekuatan mereka justru didapat dari kemauan dan kemampuan memahami problema yang dihadapi bangsa clan rakyatnya. Kekuatan mereka juga terletak pada semangat dan keberanian mengubah hal-hal yang dianggap tidak mungkin.
Siapa menyangka, Hitler yang semasa kecil sulit mencerna pelajaran, selanjutnya bisa menguasai hampir seluruh Eropa. Siapa pula menyangka seorang Che Guevara yang bertitel dokter justru lebih tertarik masuk hutan demi meruntuhkan kelaliman penguasa dan imperialisme. Dalam edisi koleksi kali ini, Anda akan kami ajak menyelami alam pikiran yang amat unik dari 16 pemimpin yang kemudian menjadi ikon dunia.
Kisah Saddam Hussein di Akhir Hidupnya
Wawancara Biro Investigasi Federal AS (FBI) berlangsung saat dia berada dalam tahanan tentara AS. Dari sini muncul cerita Saddam dalam pelarian, sebelum dan setelah dijungkalkan.
Dokumen itu juga mengonfirmasikan laporan sebelumnya bahwa Saddam sengaja membuat dunia percaya bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal, salah satu faktor pendorong invasi AS. Kepemilikan senjata pemusnah massal itu sengaja dia tiupkan untuk membuat Iran yakin bahwa Irak memiliki senjata kuat. Saat itu Irak beranggapan Iran lebih berbahaya ketimbang AS.
Saddam ditangkap tentara AS pada 13 Desember 2003, delapan bulan setelah invasi. Pengadilan Irak menuduhnya berbuat kejahatan terhadap kemanusiaan dan dihukum gantung pada akhir 2006.
Saddam mengatakan, dia tidak pernah berada di sekitar Baghdad saat bom berdentuman di Baghdad. Saat itu tentara AS yakin Saddam ada di sekitar Baghdad.
Saddam terakhir kali tampil di depan publik di Azamiyah pada 9 April, sehari sebelum patung perunggu bergambarkan dirinya dijungkalkan di pusat kota Baghdad.
Saddam mengatakan sempat kembali ke Baghdad sekitar 10 atau 11 April 2003 ketika kota itu hendak jatuh. Saat itu dia bertemu dengan para pemimpin Irak dan mengatakan, ”Kita berjuang secara tersembunyi.”
Namun, tak lama kemudian Saddam meninggalkan Baghdad. Dia mengurangi tenaga pengamanan pribadi untuk mengelabui tentara AS yang memburunya. Kepada penjaganya, dia mengatakan, mereka telah menunaikan tugas dengan bagus.
Ini semua terungkap dalam dokumen lebih dari 100 halaman ditulis George Piro, seorang agen FBI. Piro mewawancarai Saddam setelah Saddam ditemukan dalam sebuah lubang di sebuah lahan pertanian di Tikrit, kota asalnya, yang berjarak sekitar 80 km di utara Baghdad.
Wawancara itu tersedia untuk publik pada Rabu, 1 Juli, lalu oleh National Security Archive.
Saddam membantah kepercayaan luas bahwa dia menggunakan orang yang mirip dengannya untuk menghindari penyergapan. ”Ini tipuan film, bukan kisah nyata,” kata Saddam.
Saddam mengatakan, dia menghindari musuh dengan menggunakan telepon hanya dua kali dalam satu dekade. Saddam terus berpindah-pindah tempat. Dia berkomunikasi dengan kerabat melalui kurir atau bertemu secara pribadi. ”Dia sangat sadar kecanggihan teknologi AS,” demikian salah satu kutipan tulisan Piro.
Dalam rangkaian wawancara antara Februari dan Juni 2004, Saddam membantah bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal. Hal itu sengaja ditiupkan sebelumnya untuk membuat Iran ketakutan. Iran berperang dengan Irak pada periode 1980-1988.
Meski demikian, Saddam menolak kunjungan tim PBB untuk memeriksa keberadaan senjata tersebut selama 1998-2002. Tim pemeriksa kembali berkunjung ke Irak pada November 2003 dan tetap menyimpulkan bahwa Irak tidak kooperatif. ”Demi Tuhan, jika saya punya senjata itu, saya sudah pasti menggunakannya untuk melawan AS,” kata Saddam kepada Piro.
Mantan Presiden AS, George W Bush, memutuskan untuk menginvasi Irak dengan alasan bahwa Saddam punya senjata pemusnah massal. Bush juga yakin senjata pemusnah massal itu bisa disebarkan kepada para teroris.
Alasan ini terbukti salah total, tetapi tak pernah dipertanggungjawabkan oleh Bush, ataupun Tony Blair, PM Inggris yang berkolaborasi dengan AS saat invasi.
Tak bertemu Bin Laden
Bush juga yakin Saddam merupakan orang yang dekat dengan Osama bin Laden, pemimpin Al Qaeda. Ini juga memperkukuh niat Bush menginvasi Irak. Ini pun terbukti tak benar. Saddam mengatakan sama sekali tak pernah bertemu dengan Bin Laden secara pribadi. Saddam juga mengatakan, Irak sama sekali tak pernah bekerja sama dengan kelompok teroris mana pun untuk melawan AS.
Data dari The National Security Archive ini diperoleh berdasarkan Freedom of Information Act yang dimintakan The New York Daily News.
Saddam juga mengatakan bahwa Bush telah memanipulasi serangan 11 September 2001 sebagai alasan kuat untuk menginvasi Irak. Saddam mengatakan, AS telah kehilangan nalar karena 9/11, julukan terkenal bagi serangan itu.
Piro telah pernah bertutur soal wawancaranya dengan televisi CBS dalam program “60 Minutes” tahun lalu.
Kepadanya Saddam mengatakan, dia salah perhitungan dengan Bush, yang dia kira tak akan menginvasi Irak, paling-paling hanya melakukan serangan terbatas. ”Saddam mengatakan, seharusnya Irak bisa bertahan dalam serangan AS kedua dengan anggapan serangan AS tidak segencar yang diduga,” kata Piro.
Saddam mengira, Iran-lah yang lebih berbahaya ketimbang AS, berdasarkan wawancara pada 11 Juni 2004.
Saddam juga bertutur soal keadaan menjelang invasi AS tahun 1991, yang didorong oleh invasi Irak ke Kuwait, negara sahabat AS. Hal ini membuat AS kukuh untuk menginvasi Irak.
Saddam mengutip peringatan Menlu AS saat itu, James A Baker III, kepada Menlu Irak Tariq Aziz pada Januari 1991. Kalimat Baker, ”Jika Irak tak memenuhi permintaan AS, kami akan membuat Anda kembali ke situasi negara terbelakang.”
Saddam mengaku, pihaknyalah yang memerintahkan peluncuran rudal Scud ke Israel saat invasi AS tahun 1991. Alasan Saddam, Israel-lah yang memengaruhi AS untuk semua prahara di dunia Arab.
Sunan Kali Jaga
Hutan Jatiwangi, pada suatu masa. Di rindang lebat pepohonan jati di kawasan Lasem, Rembang, Jawa Tengah, itu dua lelaki berbeda umur tegak berhadapan. Yang satu pemuda berpakaian serba hitam. Di depannya seorang pria lebih tua, dibalut busana serba putih. Sebatang tongkat menyangga tubuhnya.
Pemuda berbaju hitam itu bernama Lokajaya, berandal yang gemar membegal pejalan yang melewati hutan Jatiwangi. Ia silau oleh kemilau kuning keemasan gagang tongkat yang dibawa pria berjubah putih. Siapa pun orang berjubah putih itu, layaklah ia menjadi mangsa Lokajaya. Dan ketika tongkat itu direbut, orang tua tadi sama sekali tak berlawan.
Ia tersungkur di tanah, kehilangan keseimbangan. Tongkat berkepala emas itu berpindah tangan. Bangkit dari jatuhnya, orang tua itu memberi nasihat, dengan tutur kata lembut. Nasihat inilah yang mengubah jalan hidup Lokajaya. Ia menjadi murid orang tua itu –yang tiada lain daripada Sunan Bonang. Lokajaya sendiri kemudian dikenal sebagai Sunan Kalijaga.
Begitulah legenda Sunan Kalijaga mengalir, dalam berbagai versi. Jalan hidup sunan yang satu ini tercantum dalam berbagai naskah kuno, babad, serat, hikayat, atau hanya cerita tutur turun-temurun. Mudah dipahami kalau muatannya berbeda-beda. Begitu pula halnya dengan asal-usul Sunan Kalijaga.
Menurut Babad Tanah Jawi, Sunan Kalijaga adalah putra Wilwatikta, Adipati Tuban. Nama aslinya Raden Said, atau Raden Sahid. Menurut babad dan serat, Sunan Kalijaga juga disebut Syekh Malaya, Raden Abdurrahman, dan Pangeran Tuban. Gelar ”Kalijaga” sendiri punya banyak tafsir.
Ada yang menyatakan, asalnya dari kata jaga (menjaga) dan kali (sungai). Versi ini didasarkan pada penantian Lokajaya akan kedatangan Sunan Bonang selama tiga tahun, di tepi sungai. Ada juga yang menulis, kata itu berasal dari nama sebuah desa di Cirebon, tempat Sunan Kalijaga pernah berdakwah.
Kelahiran Sunan Kalijaga pun menyimpan misteri. Ia diperkirakan lahir pada 1430-an, dihitung dari tahun pernikahan Kalijaga dengan putri Sunan Ampel. Ketika itu Sunan Kalijaga diperkirakan berusia 20-an tahun. Sunan Ampel, yang diyakini lahir pada 1401, ketika menikahkan putrinya dengan Sunan Kalijaga, berusia 50-an tahun.
Sunan Kalijaga dilukiskan hidup dalam empat era pemerintahan. Yakni masa Majapahit (sebelum 1478), Kesultanan Demak (1481-1546), Kesultanan Pajang (1546-1568), dan awal pemerintahan Mataram (1580-an). Begitulah yang dinukilkan Babad Tanah Jawi, yang memerikan kedatangan Sunan Kalijaga ke kediaman Panembahan Senopati di Mataram.
Tak lama setelah itu, Sunan Kalijaga wafat. Jika kisah itu benar, Sunan Kalijaga hidup selama sekitar 150-an tahun! Tapi, lepas dari berbagai versi itu, kisah Sunan Kalijaga memang tak pernah padam di kalangan masyarakat pesisir utara Jawa Tengah, hingga Cirebon. Terutama caranya berdakwah, yang dianggap berbeda dengan metode para wali yang lain.
Ia memadukan dakwah dengan seni budaya yang mengakar di masyarakat. Misalnya lewat wayang, gamelan, tembang, ukir, dan batik, yang sangat populer pada masa itu. Babad dan serat mencatat Sunan Kalijaga sebagai penggubah beberapa tembang, di antaranya Dandanggula Semarangan –paduan melodi Arab dan Jawa.
Tembang lainnya adalah Ilir-Ilir, meski ada yang menyebutnya karya Sunan Bonang. Lariknya punya tafsir yang sarat dengan dakwah. Misalnya tak ijo royo-royo dak sengguh penganten anyar. Ungkapan ijo royo-royo bermakna hijau, lambang Islam. Sedangkan Islam, sebagai agama baru, diamsalkan penganten anyar, alias pengantin baru.
Peninggalan Sunan Kalijaga lainnya adalah gamelan, yang diberi nama Kanjeng Kyai Nagawilaga dan Kanjeng Kyai Guntur Madu. Gamelan itu kini disimpan di Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta, seiring dengan berpindahnya kekuasan Islam ke Mataram. Pasangan gamelan itu kini dikenal sebagai gamelan Sekaten.
Karya Sunan Kalijaga yang juga menonjol adalah wayang kulit. Ahli sejarah mencatat, wayang yang digemari masyarakat sebelum kehadiran Sunan Kalijaga adalah wayang beber. Wayang jenis ini sebatas kertas yang bergambar kisah pewayangan. Sunan Kalijaga diyakini sebagai penggubah wayang kulit.
Tiap tokoh wayang dibuat gambarnya dan disungging di atas kulit lembu. Bentuknya berkembang dan disempurnakan pada era kejayaan Kerajaan Demak, 1480-an. Cerita dari mulut ke mulut menyebut, Kalijaga juga piawai mendalang. Di wilayah Pajajaran, Sunan Kalijaga lebih dikenal sebagai Ki Dalang Sida Brangti.
Bila sedang mendalang di kawasan Tegal, Sunan Kalijaga bersalin nama menjadi Ki Dalang Bengkok. Ketika mendalang itulah Sunan Kalijaga menyisipkan dakwahnya. Lakon yang dimainkan tak lagi bersumber dari kisah Ramayana dan Mahabarata. Sunan Kalijaga mengangkat kisah-kisah carangan.
Beberapa di antara yang terkenal adalah lakon Dewa Ruci, Jimat Kalimasada, dan Petruk Dadi Ratu. Dewa Ruci ditafsirkan sebagai kisah Nabi Khidir. Sedangkan Jimat Kalimasada tak lain perlambang dari kalimat syahadat. Bahkan kebiasan kenduri pun jadi sarana syiarnya.
Sunan Kalijaga mengganti puja-puji dalam sesaji itu dengan doa dan bacaan dari kitab suci Al-Quran. Di awal syiarnya, Kalijaga selalu berkeliling ke pelosok desa. Menurut catatan Prof. Husein Jayadiningrat, Kalijaga berdakwah hingga ke Palembang, Sumatera Selatan, setelah dibaiat sebagai murid Sunan Bonang.
Di Palembang, ia sempat berguru pada Syekh Sutabaris. Cuma, keberadaan Sunan Kalijaga di ”bumi Sriwijaya” itu tidak meninggalkan catatan tertulis. Hanya disebut dalam Babad Cerbon, Sunan Kalijaga tiba di kawasan Cirebon setelah berdakwah dari Palembang. Konon, Kalijaga ingin menyusul Sunan Bonang, yang pergi ke Mekkah.
Tapi, oleh Syekh Maulana Magribi, Kalijaga diperintahkan balik ke Jawa. Babad Cerbon menulis, Sunan Kalijaga menetap beberapa tahun di Cirebon, persisnya di Desa Kalijaga, sekitar 2,5 kilometer arah selatan kota. Pada awal kedatangannya, Kalijaga menyamar dan bekerja sebagai pembersih masjid Keraton Kasepuhan.
Di sinilah Sunan Kalijaga bertemu dengan Sunan Gunung Jati. Kisah pertemuannya rada-rada aneh. Sunan Gunung Jati sengaja menguji Kalijaga dengan sebongkah emas. Emas itu ditaruh di padasan, tempat orang mengambil wudu. Kalijaga sendiri tak kaget mengingat ajaran Sunan Ampel, ”ojo gumunan lan kagetan” (jangan mudah heran dan terkejut).
Ia ”menyulap” emas menjadi batu bata, dan menjadikannya tempat menaruh bakiak bagi orang yang berwudu. Giliran Sunan Gunung Jati yang takjub. Ia pun ”menganugerahkan” adiknya, Siti Zaenah, untuk diperistri Sunan Kalijaga. Hanya beberapa tahun Sunan Kalijaga dikisahkan menetap di Cirebon.
Dakwahnya berlanjut ke arah timur, lewat pesisir utara sampai ke Kadilangu, Demak. Di sinilah diyakini Sunan Kalijaga menetap lama hingga akhir hayatnya. Kadilangu merupakan tempat Sunan Kalijaga membina kehidupan rumah tangga. Istri yang disebut-sebut hanyalah Dewi Sarah, putri Maulana Ishak.
Pernikahan dengan Dewi Sarah itu membuahkan tiga anak, satu di antaranya Raden Umar Said, yang kelak bergelar Sunan Muria. Sunan Muria dan Sunan Kudus tergolong satu aliran dalam berdakwah dengan Sunan Kalijaga. Metode dakwah aliran Kalijaga itu amat keras ditentang Sunan Ampel, mertuanya, dan Sunan Drajat, kakak iparnya.
Hingga kini para pengikut ajaran Sunan Kalijaga, Sunan Muria, dan Sunan Kudus dikenal dengan sebutan kelompok ”Islam abangan”. Julukan ini hingga kini melekat pada masyarakat di sepanjang pesisir utara, dari Demak, Semarang, Tegal, hingga Cirebon. Selain dakwah dengan kontak budaya, kisah spektakuler lainnya adalah pendirian Masjid Agung Demak.
Babad Demak menyebutkan, masjid itu berdiri pada 1477, berdasarkan candrasengkala ”Lawang Trus Gunaning Janma” –bermakna angka 1399 tahun Saka. Kisah pendirian Masjid Agung Demak sendiri banyak bercampur dengan dongeng. Masih belum jelas, benarkah??
Dr Mahmoud Ahmadinejad
Oleh : Abu Mardhiah, Subang
Fox News TV (Amerika Syarikat) di dalam temuramahnya bertanya kepada Presiden Iran, Dr Mahmoud Ahmadinejad “Apabila anda melihat ke cermin setiap pagi, apa yang anda perkatakan kepada diri sendiri ?” Beliau menjawab : Saya melihat kepada insan yang berada dalam cermin tersebut dan berkata kepadanya, “Ingatlah, anda adalah tidak lebih daripada seorang hamba yang lemah, menanti di hadapan anda hari ini adalah sebuah tanggungjawab yang amat berat dan ianya adalah berkhidmat kepada negara dan rakyat Iran.
Ahmadinejad, Presiden Iran yang mengejutkan ramai sewaktu mula-mula tiba di pejabat Presiden apabila beliau mendermakan segala permaidani Iran yang berharga kepada sebuah masjid di Tehran dan menggantikannya dengan permaidani murah yang biasa.
Beliau mendapati bahawa terdapat sebuah bilik istirahat yang besar lagi mewah yang berfungsi untuk menerima dan menyambut kehadiran tetamu VIP, lalu beliau telah mengarahkan agar bilik itu ditutup dan meminta pejabat protokol untuk menyediakan sebuah bilik lain yang sederhana serta hanya dilengkapi dengan kerusi-kerusi kayu.
Beliau juga telah banyak kali turut bersama-sama dengan pekerja-pekerja majlis perbandaran untuk membersihkan jalan-jalan yang berada di sekitar kawasan rumah serta pejabatnya.
Di bawah pentadbirannya, setiap kali beliau melantik mana-mana individu untuk memegang jawatan menteri, beliau akan mengarahkan individu tersebut untuk menandatangani sebuah dokumen yang menggariskan pelbagai syarat-syarat yang perlu dipatuhi, terutamanya yang menekankan bahawa individu tersebut harus sentiasa kekal dalam kesederhanaan dan akaun-akaun persendirian serta milik ahli keluarganya akan sentiasa diperhatikan dan perlu meninggalkan pejabatnya kelak dalam keadaan yang bermaruah. Oleh itu, adalah satu kesalahan yang besar untuk individu tersebut dan ahli keluarganya mengambil kesempatan ke atas jawatan yang dipegangnya itu.
Perkara pertama yang beliau isytiharkan selepas memegang jawatan Presiden adalah pemilikan hartanya yang ‘Besar’ iaitu sebuah kereta Peugeot 504 model tahun 1977, sebuah rumah lama yang kecil yang diwarisi daripada bapanya 40 tahun yang lalu di salah sebuah kawasan yang termiskin di Tehran, akaun simpanannya yang tidak berbaki dan sumber kewangan yang masuk ke dalam akaunnya hanyalah daripada gaji yang diterimanya sebagai seorang pensyarah di Universiti yang berjumlah hanya 250 Dolar Amerika sebulan.
Beliau masih lagi tinggal di rumahnya yang lama itu. Itulah sahaja harta yang dimilikinya. Beginilah kehidupan seorang Presiden kepada salah sebuah negara yang terpenting di dunia ini, dari sudut lokasinya yang strategik, ekonomi, politik serta pemilikan sumber minyak dan sistem pertahanannya.
Beliau malah langsung tidak mengusik gaji Presidennya dengan sebuah hujjah bahawa segala kekayaan adalah menjadi hak milik negaranya dan beliau mempunyai amanah untuk memeliharanya.
Salah satu perkara yang amat menakjubkan buat kakitangan-kakitangan di pejabatnya adalah sebuah beg yang sentiasa dibawa setiap hari. Di dalamnya mengandungi makanan sarapan paginya, sedikit roti sandwic atau roti biasa dengan minyak zaitun dan keju yang disediakan oleh isterinya. Beliau menikmati makanan-makanan tersebut dengan begitu ceria sekali.
Perubahan lain yang dilakukannya adalah menukar jet peribadinya sebagai seorang Presiden menjadi kapal terbang kargo untuk menjimatkan perbelanjaan daripada hasil wang rakyat dan beliau menegaskan bahawa beliau akan terbang menggunakan pesawat awam biasa pada kelas ekonomi.
Beliau kerap mengadakan mesyuarat dengan semua para menteri untuk mengetahui segala aktiviti mereka dan keberkesanan pelaksanaannya.
Di samping itu, beliau juga telah menutup pejabat pengurus Presiden demi untuk memudahkan para menteri untuk berjumpa dengannya tanpa perlu meminta keizinan terlebih dahulu.
Beliau telah membubarkan beberapa acara seperti majlis karpet merah untuk menyambut tetamu, sesi fotografi serta segala bentuk pengiklanan atau promosi peribadi sewaktu mengadakan lawatan ke pelbagai tempat di dalam negaranya.
Setiap kali beliau perlu untuk menginap di hotel, beliau akan memastikan bahawa beliau hanya akan diberikan bilik tanpa katil yang besar kerana tidak gemar untuk tidur di atas katil sebaliknya lebih suka untuk tidur di atas lantai dengan sebuah tilam sederhana dan sehelai kain selimut.
Dalam salah sebuah gambar berikut menunjukkan beliau sedang tidur di dalam bilik tetamu di rumahnya tanpa ditemani oleh para pengawal peribadinya yang sentiasa bersama dengannya ke mana sahaja beliau pergi. Gambar tersebut telah diambil oleh adiknya, menurut laporan akhbar Wifaq yang kemudian menyiarkannya di dalam ruangan akhbar mereka. Pada keesokan harinya, gambar tersebut telah disiarkan di dalam kebanyakan akhbar-akhbar di seluruh dunia termasuklah di Amerika Syarikat.
Sewaktu ingin menunaikan solat, anda boleh lihat yang beliau tidak duduk di barisan pertama. Gambar yang lain pula menunjukkan beliau sedang menikmati hidangan makanannya yang amat sederhana.
Hidup Kebenaran!











